Permasalahan serius ditemukan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)↗, setelah ribuan dapur SPPG diketahui tidak menyajikan makanan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Bappisus mengungkapkan bahwa sekitar 1.700 unit SPPG terpaksa dihentikan sementara operasionalnya. Langkah ini diambil setelah ditemukan praktik pengurangan porsi makanan yang dapat berdampak pada kualitas gizi penerima manfaat.
Salah satu contoh pelanggaran yang ditemukan adalah pengurangan ukuran lauk. Daging ayam yang seharusnya dipotong menjadi sekitar 8 bagian, dalam beberapa kasus justru dibagi hingga 20 bagian. Hal ini membuat porsi yang diterima menjadi jauh lebih kecil dari standar yang telah ditentukan.
Pemerintah menegaskan bahwa pengelola SPPG wajib mematuhi seluruh ketentuan, mulai dari ukuran porsi, kualitas bahan makanan, hingga proses penyajian. Standar tersebut dirancang untuk memastikan kebutuhan nutrisi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat terpenuhi dengan baik.
Jika pelanggaran masih terus ditemukan, pemerintah tidak akan ragu untuk memperpanjang penghentian operasional hingga pengelola benar-benar melakukan perbaikan sesuai aturan. Langkah tegas ini diharapkan dapat menjaga kualitas program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat.
source: Antaranews↗, SPPG Pusat↗

